
"Sekarang, para jiwa pemberi sedang sembunyi, biarkan mental pencuri yang berambisi".
"Orde Lama diteruskan oleh Orde Baru, Orde Reformasi dimanfaatkan oleh Orde Pencitraan".
"Jika Pancasila telah diamalkan oleh para penguasa dan rakyatnya setulus hati, Bhineka Tunggal Ika otomatis terjadi".
"Indonesia itu unik, karena kemajemukan, kebiasaan dan cara hidup masyarakatnya, negeri ini punya gaya dan jati diri sendiri, biarlah, tidak harus meniru gaya negeri orang".
Pemerintahan sekarang seolah berjalan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu, sementara rakyat yang dipimpin terbiarkan (dibiarkan) bergerak sendiri tanpa aturan pasti, ibarat sebuah kendaraan berjalan tanpa kemudi. Undang-undang, Pancasila dan peraturan pemerintah hanya sebatas retorika dan pemanis kebangsaan saja, tanpa diamalkan dan dipatuhi. Menurut UUD 1945 dan Pancasila, rakyat yang merupakan inti dari sebuah pemerintahan semestinya (bahkan wajib) sejahtera dan damai kehidupannya, karena rakyatlah pemerintahan itu ada. Tapi sebagus dan sesakti apa pun undang-undang dan dasar negara jika tidak dibaca, diamalkan, ditaati dan dikontrol oleh penguasa, percuma saja tidak ada pengaruh sama sekali.
